" Sipadiong Lisunna Pala . . . Sipolan Se'ponna Kalepak. "
Setia sekata , Saling menghormati dan Saling melindungi satu sama lain.
http://www.tribun-timur.com/Sabtu, 15-11-2008
Menhub Setuju Perluasan Bandara TorajaJakarta, Tribun - Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal menyatakan pemerintah menyetujui rencana perluasan Bandar Udara (Bandara) Pongtiku, Tana Toraja.
Bandara diperpanjang agar runway bisa didarati oleh pesawat jenis ATR dengan 42 penumpang.
Jusman mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Kamis (13/11)."Pemerintah setuju perpanjangan dilakukan, untuk meningkatkan arus transportasi di daerah tersebut," kata Jusman kepada Persda Network.
Sebelumnya, anggota Komisi V (Bidang Transportasi) DPR asal Sulsel, Abdul Hadi Djamal, mengatakan, pemanjangan runwai Bandara Pongtiku lebih didahulukan ketimbang membangun bandara baru.
Pasalnya, dana pembangunan jauh lebih murah.
"Kalau kita membangun bandara yang baru maka risikonya biayanya sangat mahal. Bisa mencapai Rp 2 triliun. Sedangkan bila bandara yang ada sekarang hanya diperpanjang cuma butuh sekitar Rp 30 miliar saja," kata Hadi.
Menurut Hadi, pemanjangan Bandara Pongtiku dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama pemanjangan runway dari 900 meter menjadi 1.300 meter.
Sedangkan tahap kedua menjadi 1.500 meter. "Bila panjangnya 1.500 meter, maka pesawat ATR 42 bisa mendarat di sana," kata Hadi.
Kendala adanya jurang di sekitar ujung runway, bisa diatasi dengan melakukan pengurukan. Menurutnya, sudah ada teknologi yang mampu menguruk jurang menjadi landasan sambungan runway.
Sedangkan masalah alam lainnya yaitu kabut yang sering hinggap di sekitar bandara sehingga sering mengganggu pandangan, bisa diatasi dengan melengkapi bandara dengan lampu pandu bandara.
"Kalau bandara ada lampu pandunya, masalah awan bisa diatasi," ujarnya.
Read More...
Informasi baru dari http://www.ujungpandangekspres.com buat anak-anak Toraja Utara.
Jumat, 14-11-2008
MAKASSAR, Upeks--Sekretaris Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Dalipang, digadang menjadi kareteker Bupati Tator Utara.
Rencananya peresmian Kabupaten Tator Utara dan pelantikan pejabat kareteker akan dilakukan bersamaan dengan pembukaan Program Pariwisata Lovely December di Tator, 24 Desember mendatang.
"Kemungkinan besar Dalipang menjadi karteker. Pelantikannya bersamaan dengan Lovely December," terang Andi Muallim, Sekretaris Provinsi Sulsel, ketika dikonfirmasi Upeks di kantor gubernur, awal pekan ini.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulsel mengusulkan tiga calon ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) yaitu Dalipang, Simon S Lopang SH MH dan Tautoto Tana Ranggina. Meski menguat, namun hingga saat ini kesimpulannya masih di tangan Depdagri.
Selain menjabat sebagai sekda, Dalipang juga dikenal sebagai Ketua Tim Pemekaran Tator Utara.
Read More...

Menulis mungkin bukan salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi kita anak-anak Toraya. Membosankan, menjemukan, dan "tak berbakat" adalah respon yang kurang lebih muncul ketika ditanya tentang "Menulis". Menuangkan pikiran, pendapat dan kreatifitas pada selembar surat mungkin hanya terbatas pada "surat cinta" saja. hahahahahaha....
Tugas mengarang dapat 5, bahasa indonesia berantakan, bahasa inggris mengulang 3 kali, wah apalagi kalau disuruh buat puisi. Wew... lebih parah lagi.. Kalembo' manna mo dadi...
Torayan Blogger Community mengajak kita semua generasi toraya untuk lebih berani lagi menuangkan "isi kepalanya" melalui fasilitas Blog ini. Kita mungkin sulit untuk berbicara dengan frontal seperti teman-teman kita yang suka demo dan berjuang untuk kesejahteraan negara ini. Kita mungkin sulit merangkai kalima yang indah-indah. Kita mungkin malu dengan kalimat sendiri. Tapi mari kita salurkan pikiran dan ide-ide kreatif yang kita miliki dengan penuh kepercayaan diri dan semangat yang tak kenal putus asa. Misa' kada di potuo pantan kada dipomate.. MERDEKA!! wkwkwkwkwk... Sirari kapang...
So, mari belajar bersama dan maju bersama.
1000 langkah di depan ditentukan oleh langkah pertama.
Iya kan?? Sala bang mo kapang te...
SALAM BLOGGER!!
Read More...

RIBUAN orang menghadiri ritual penerimaan tamu yang merupakan bagian dari upacara pemakaman Rambu Solo dari Sindo' Lai' Balabba' Rombelayuk dan Siambe' Ulia Salurapa' di Nanggala Toraja Utara, Jumat (24/10).
Tidak hanya sanak saudara dan teman dekat, sejumlah orang penting tampak ikut hadir menjadi tamu. Di antaranya Sultan Hamengkubuwono X, Ketua DPP Partai Hanura Wiranto, Bupati Toraja Amping Situru, dan juga Bupati Sinjai Rudianto Asapa.
Kehadiran para orang penting ini langsung disambut dengan berbagai ritual tradisional yakni berupa tari makatia dan mabbadong. Kemudian, mereka disambut anggota keluarga dan diantar menuju lantang (tempat berkumpul tamu) VIP.
Selain itu di area juga juga terlihat sejumlah tokoh dari Makassar seperti budayawan Udin Palisuri, tokoh Tionghoa Yonggris, dan Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Dewie Yasin Limpo. Tak hanya itu, hadir juga tamu dari Papua.
Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Tana Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan mengantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan, disebut dengan Puya, yang terletak di bagian selatan tempat tinggal manusia.
Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian. Rambu Solo yang berlangsung ini dilaksanakan untuk menghantar kematian jenazah mertua dan nenek mertua pengusaha Sulsel Litha Brent.
Menurut salah seorang anggota keluarga yang menjadi pelaksana acara, Simak Rombelayu, upacara penerimaan tamu ini merupakan bagian dari Rambu Solo yang terlaksana selama 17 hari, mulai dari Massapu Lantang 11 Oktober lalu sampai Meaa' (pemakaman), 29 Oktober nanti.
Ratusan kerbau dan babi diserahkan oleh para tamu dalam acara ini. Menurut suami Simak, Gerson Sampetoding, sampai dengan akhir acara, diperkirakan total kerbau yang diterima bisa mencapai 500 ekor, termasuk di antaranya adalah kerbau balian yang bernilai ratusan juta rupiah.
Tak hanya kerbau dan sapi, bahkan di area juga terlihat ada yang membawakan dua ekor anoa dan seekor rusa. Kerbau dan babi ini sebagian kemudian dimasak untuk disajikan kepada para tamu. "Sisanya terserah yang diberikan mau diapakan,"ujar Gerson.
Hujan deras mengguyur area penerimaan tamu ini. Namun, penyelenggara sudah menyediakan sekitar 200 lantang untuk tamu dan keluarga. Meskipun tidak mau menyebutkan angka, Gerson mengungkapkan untuk menggelar rambu solo ini dibutuhkan dana miliaran rupiah.
"Mulai dari membangun lantang dan rumah-rumah Toraja, biaya makan para tamu dan pekerja selama acara berlangsung, dan masih banyak lagi," ujarnya. Karena hujan deras, acara ma'pasilaga tedong yang biasanya digelar sore hari, batal dilaksanakan.
Sumber : http://www.tribun-timur.com/
Read More...